D'Bio Blog

Beranda » kesehatan » Tidur kok Mendengkur

Tidur kok Mendengkur

Sering kali kita mendengar dengkuran orang yang tidur, bahkan hal itu dapat menghilangkan mood kita. Mendengkur memang tidak pernah disadari oleh orang yang melakukannya, bagaimana tidak karena dia telah tertidur dengan pulas. Namun bagi orang yang berada di sebelahnya, akan merasa sangat terganggu dengan hal itu bahkan menyebabkan sulit tidur (kurang tidur) dan pagi harinya menjadi lesu.

Ada kata-kata dari Anthony Burgess: “tertawalah dan dunia akan tertawa bersama anda. Mendengkurlah dan Anda akan tidur sendiri.” Sekitar 45% orang dewasa mendengkur hanya pada waktu tertentu, sementara 25% memang memiliki kebiasaan mendengkur. Bagi pria yang memiliki berat badan berlebih biasanya memiliki masalah dengan dengkuran dan sayangnya masalah ini semakin bertambah parah seiring bertambahnya usia.

Apa Penyebabnya?

ketika udara tidak dapat mengalir bebas melalui saluran antara mulut dan hidung karena terhalang oleh sesuatu, maka dengkuran pun muncul. suara dengkuran ini muncul dari bagian lipatan jalan udara yang mempertemukan lidah dan kerongkongan atas bertemu dengan palate yang lunak dan uvula (tonjolan-tonjolan daging yang menjurai dari langit-langit mulut bagian belakang hingga kerongkongan). Ketika gumpalan-gumpalan tersebut saling bersentuhan dan bergetar selama bernafas, itulah yang dinamakan dengkuran.

Orang yang mendengkur setidaknya mengalami salah satu masalah berikut:

  1. Ketegangan otot yang buruk (kurang kencang) dalam otot-otot lidah dan kerongkongan. Akibatnya, lidah akan terjatuh ke belakang menutupi jalan udara atau juga otot-otot kerongkongan tertarik dari sisi-sisinya masuk ke jalan udara. Otot-otot yang kendor ini bisa jadi merupakan akibat dari : Alkohol, obat-obatan yang menyebabkan kantuk, mengendorkan otot dalam tidur yang sangat lelap.
  2. Jaringan kerongkongan yang terlalu tebal. Masalah ini biasa dijumpai pada pria dengan berat badan berlebih karena lidah menyimpan lemak. Namun, bisa juga merupakan akibat kista atau tumor.
  3. Panjang palate lunak dan uvula yang berlebih. Palate yang panjang dapat mempersempit pintu masuk dari hidung ke dalam kerongkongan. Saat terjulur dalam jalan udara, palate menyerupai katup yang berdenyut-denyut selama pernafasan berjalan perlahan dan menimbulkan dengkuran. Uvula yang panjang bahkan semakin memperburuk kondisi tersebut.
  4. Penyumbatan jalan udara hidung disebabkan oleh hidung yang mampat. Itulah mengapa beberapa pria hanya mendengkur selama musim flu atau ketika terserang infeksi sinus atau kedinginan.
  5. Kerusakan bentuk hidung atau sekat hidung sering menjadi penyebab penyumbatan. Kedua hal tersebut bisa jadi merupakan akibat cedera saat “berolah raga”. “Deviated septum adalah istilah lazim untuk kerusakan yang terjadi di dalam hidung pada sekat yang memisahkan suatu lubang hidung dengan lubang lainnya.

Apakah mendengkur merupakan sebuah masalah?

Tentu saja!

Secara sosial, mendengkur akan mengganggu kehidupan keluarga. Selain dapat memalukan si pendengkur itu sendiri, mendengkur juga dapat menyebabkan anggota keluarga lainnya kurang tidur. Kehadiran para pendengkur juga tidak disambut baik oleh teman sekamar mereka saat berlibur atau melakukan perjalanan bisnis (perjalanan jauh).

Secara medis, mendengkur mengacaukan pola tidur pendengkur itu sendiri. Para pendengkur tidak tidur nyeyak. Selain itu pendengkur kelas berat berkemungkinan menyebabkan tekanan darah tinggi pada usia lebih muda dibanding dengan yang bukan pendengkur.

Obstructive Sleep Apnoea (OSA) adalah jenis dengkuran yang terparah. Hal ini berlangsung ketika dengkuran yang nyaring disela oleh saat-saat tersumbatnya pernafasan secara keseluruhan. Hal ini menjadi serius jika penyumbatan tersebut berlangsung lebih dari 0 detik dan terjadi lebih dari 7 kali per jam.

Pria penderita OSA mengalami 30 hingga 300 penyumbatan setiap malamnya. Juga, hampir separuh waktu tidur mereka menemui tingkat oksigen darah di bawah normal. Selama saat-saat penyumbatan tersebut, jantung harus memompa lebih keras untuk mengedarkan darah lebih cepat. Upaya jantung tersebut dapat mengakibatkan detak jantung yang tidak teratur. Setelah berlangsung sekian lama, yang kemudian terjadi adalah naiknya tekanan darah dan pembesaran hati. Kekurangan oksigen tersebut berarti bahwa pria harus tidur dalam sebuah tahapan yang lebih ringan dan meregangkan otot-ototnya sedemikian rupa untuk membuka jalan udara sehingga udara bias masuk ke dalam paru-paru. Mengingat pendengkur dengan Sleep apnoea seringkali tidak menyadari, laboratorium penelitian tidur mungkin menjadi satu-satunya jalan untu meyakinkan mereka.

Sleep apnoea menyebabkan pria kehilangan saat-saat tidur nyenyak yang sangat penting untuk mendapatkan kualitas istirahat yang baik. Akibat yang ditimbulkannya adalah kelelahan sepanjang hari. Mereka bahkan tertidur saat mengemudi ke kantor atau saat bekerja.

Adakah yang bias dilakukan untuk menolong? Kebanyakan pendengkur bias ditolong. Mereka yang hanya kadang-kadang saja mendengkur atau pendengkur ringan akan menarik manfaat dari terapi perbaikan diri berikut:

  1. Latihan setiap hari untuk mengembangkan otot yang sehat dan menurunkan berat badan.
  2. Letakkan pita perekat pada mulut anda sebelum tidur
  3. Hindari obat penenang, obat tidur dan antihistamin sebelum tidur
  4. Hindari minuman beralkohol dalam 3 jam waktu istirahat
  5. Hindari mengonsumsi makanan berat selama 3 jam waktu istirahat
  6. Jangan sampai terlalu capai, usahakan memiliki pola tidur yang teratur
  7. Tidurlah dalam posisi miring, bukan terlentang.
  8. Miringkan tempat tidur agar bagian kepala lebih tinggi, letakkan sebuah batu bata di bawah tempat tidur bagian kepala.
  9. Biarkan mereka yang tidak mendengkur tidur terlebih dahulu.

Pendengkur kelas berat membutuhkan pertolongan medis, terutama jika kasusnya adalah sleep apnoea.

Cara terbaik mengatasi dengkuran adalah melakukan pembedahan pada tenggorokan dan palate untuk mengencangkan jaringan otot yang kendor dan memperluas jalan udara. Operasi yang baru-baru ini dikembangkan disebut UvuloPalatoPlasty (UPPP). Bagi pasien, operasi ini tampak seperti operasi amandel.

Prosedur yang kurang agresif diperkenalkan di tahun 1989 yang disebut Laser Assisted Uvulopalatoplasty (LAUP) yang meliputi cara yang lebih kuno dengan membuang jaringan otot dari tenggorokan. Lebih baru lagi Uvulopalatoplasty tidak membutuhkan laser untuk kesuksesan hasil.

Ingat, dengkuran berarti tersbumbatnya pernafasan dan penyumbatan tersebut dapat menjadi serius. Maka, jangan anggap remeh mendengkur……

sumber:Men’s Health A-Z Panduan Kesehatan pria


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Jam

%d blogger menyukai ini: