D'Bio Blog

Beranda » kisah/cerita » Kejadian di Idul Fitri 1431 H

Kejadian di Idul Fitri 1431 H

Idul Fitri memang selalu di tunggu oleh umat muslim, namun Idul Fitri kali begitu terasa berbeda dari sebelumnya. Selama Idul Fitri mungkin secara umum akan sama, kita saling berkunjung ke rumah sanak saudara untuk bermaaf-maafan. Idul Fitri tahun ini terasa berbeda ada beberapa kejadian yang mungkin dapat menjadi instropeksi bagi kita semuanya, sebelumnya maaf bukan bermaksud membuka pergunjingan. Momen Idul Fitri selalu di awali dengan shalat Ied berjamaah di tanah lapang, di daerah sekitar saya ada PHBI yang telah sekian lama menyelenggarakan shalat Ied di tanah lapang dan biasanya seluruh masyarakat berbondong-bondong di pagi hari menuju tanah lapang yang akan di jadikan sebagai tempat shalat Ied. Namun beberapa tahun terakhir ini ada sebuah dukuh yang selalu menyelenggarakan sendiri acara shalat Ied di masjid, hal ini cukup disayangkan karena hal ini dapat mencerminkan bahwa umat islam tidak lagi bersatu padu, kompak dan kokoh. Momen Idul Fitri kali ini berdekatan dengan momen pemilukada di kota klaten, terus apa hubungannya? ketika saya berangkat ke tanah lapang untuk melaksanakan shalat Ied, terdapat pemandangan yang kurang menyenangkan dan cukup mengganggu jamaah shalat Ied. Pemandangan itu ialah terdapatnya sebuah poster yang dalam ukuran besar terletak di sebelah selatan belakang tempat imam, karena poster tersebut menggambarkan ajakan untuk memilih salah satu calon bupati yang akan bertarung pada pemilukada tahun ini (20 September 2010). Sungguh sangat memprihatinkan, saya semakin heran kenapa hal seperti ini di biarkan saja oleh para panitia ataupun perangkat pemerintahan setempat? memang tidak ada larangan untuk memasang spanduk ataupun poster yang bertujuan kampanye seperti ini ketika Idul Fitri, tetapi juga harus ada etika dan estetika. Apakah ini salah satu cerminanan dari rusaknya etika dan estetika dalam berpolitik di negeri ini? Kejadian lainnya yang sering terlihat ketika shalat Ied ialah tidak rapinya shaf ketika mendirikan shalat, hal ini banyak terjadi di negara kita. Ketika shalat Ied dilaksanakan masih sering terlihat cukup banyak shaf yang bolong-bolong, sehingga tidak rapi dan rapat. Kesadaran masyarakat akan kesempurnaan shaf ini memang masih sangat kurang, padahal Rasulullah SAW senantiasa mengingatkan pada para jamaahnya untuk merapatkan barisan (shaf) ketika akan mendirikan shalat. Rasulullah SAW sangat menjaga kerapatan shaf  karena hal ini sangat bertujuan untuk selalu menjaga persatuan dan kesatuan umat islam, sehingga tampak kokoh dan musuh (orang kafir) takut melihat kondisi umat islam yang seperti ini. Kondisi umat islam sekarang yang kurang memperhatikan shaf dalam setiap shalat khususnya ketika shalat Ied, telah cukup memberikan gambaran bagi kita betapa rapuhnya persatuan dan kesatuan umat islam saat ini. Semoga kita dapat segera berbenah, menuju yang lebih baik dan mengangkat kejayaan islam.

Ada kejadian lain yang cukup memprihatinkan juga, ketika shalat Ied berlangsung ada gangguan pada mikrophone mungkin ini awal penyebab kejadiannya. Imam yang  memimpin shalat Ied ketika berdiri dari sujud memasuki rakaat kedua langsung membaca Al-fatihah, lupa mengucapkan takbir 5 x namun baru sampai ayat kedua dari surat Al-Fatihah imam ingat kemudian beliau mengucapkan takbir 5x. Setelah selesai shalat ied pembacaan Kutbah selalu ditinggalkan oleh para jamaah, entah kenapa masyarakat ini tidak sabar ingin pulang dan ini terjadi setiap tahun. Sungguh Kejadian-kejadian ini menjadi instropeksi bagi kita semua, semoga umat islam segera berbenah dengan semua kondisi yang ada ini. Sehingga islam dapat bangkit dan berjaya seperti dahulu, Allahhhu Akbar…….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Jam

%d blogger menyukai ini: