D'Bio Blog

Beranda » kisah/cerita » Lebaran

Lebaran

Hari Idul Fitri selalu menjadi sesuatu yang istimewa bagi setiap muslim, bukan hanya sekedar menyambut kemenangan setelah satu bulan lamanya berpuasa ramadhan. Namun Lebaran atau Idul Fitri juga sering dijadikan sebagai acara kumpul bareng, bertemu dengan sanak saudara yang telah lama tidak berjumpa. Berbagai masakan dipersiapkan untuk menyambut lebaran, khususnya ketupat dan opor ayam. Selain itu lebaran juga identik dengan perayaan kembang api, khususnya ketika malam takbiran seperti saat ini, mereka rela mengeluarkan uang berapa pun untuk membeli petasan. Hal ini banyak yang tidak seimbang ketika mengeluarkan uang untuk sedekah, infaq dan sadaqah.

Ketika lebaran ada beberapa hal yang unik terjadi di masyarakat (khususnya Indonesia), mulai dari TPA yang semakin merosot jumlah santrinya ketika mendekati lebaran. Hal seperti ini sudah bukan hal yang aneh anak-anak setiap kali menjelang lebaran senantiasa dibelikan baju baru, yang terkadang mengganggu jadwal anak ke TPA dan bukan hanya itu terkadang orang tua terlalu memberikan kepada anak secara berlebih. Alangkah lebih baiknya jika anak juga dikenalkan dengan rasa untuk berbagi bersama dengan yang kurang mampu. Fenomena seperti ini bukan hanya menyerang anak-anak, bahkan orang tua pun tidak jauh berbeda. Banyak masjid ketika mendekati lebaran (khususnya H-1) maka jumlah shaf jamaah shalat semakin berkurang, hal ini dikarenakan kebanyakan kita hanya mengurus kesiapan duniawi misal:menyiapkan hidangan yang akan disajikan bagi tamu-tamu ketika lebaran. Apabila kita mau untuk merenungkan dengan hati dan akal kita, bagaimana kita dapat kembali kepada kondisi yang fitri, suci, bersih dari dosa kalau kita terang-terangan melalaikan shalat yang merupakan kewajiban bagi setiap muslim.

Mengapa kita tidak semakin mendekatkan diri pada Allah, bersedih karena akan berpisah dengan ramadhan. Merenungkan segala amal ibadah kita, apakah puasa dan amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT. Apakah keimanan kita semakin bertambah? Kondisi umat islam saat ini jauh berbeda dengan zaman para sahabat, ketika akan berpisah dengan bulan ramadhan para sahabat bercucuran air mata, merenungkan dan mengevaluasi diri. Para sahabat takut, takut kepada Allah SWT merasa amal ibadahnya masih kurang dan tidak di ridhoi oleh Allah SWT, para sahabat takut tidak dapat bertemu lagi dengan bulan ramadhan berikutnya.

Marilah sejenak kita merenungkan dosa-dosa yang telah kita perbuat selama ini, semoga dengan merenungkan dosa-dosa dan mengumandangkan takbir tahlil dan tahmid kita dibukakan lembaran baru oleh Allah SWT menuju peningkatan taqwa dan senantiasa diberikan kelembutan hati sehingga kita mampu menjaga dan meningkatkan kualitas keimanan kita bersama. Semoga kita juga dapat bertemu kembali dengan ramadhan yang pernuh berkah dengan ketaqwaan yang semakin baik. Allahuakbar Allahuakbar Walillahilham

Kepada seluruh umat muslim (khususnya yang membaca tulisan ini), mohon maaf apabila ada salah ataupun hal yang kurang berkenan di hatimpara pembaca. Dengan kerendahan hati saya ucapkan Taqoballahu minna wa minkum, minal aidzin wal faidzin, selamat menyambut Idul Fitri 1431 H. Semoga kita kembali suci dan mampu memperbaiki diri.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Jam

%d blogger menyukai ini: