D'Bio Blog

Beranda » religi » Malu

Malu

Malu merupakan sedikit harta yang berharga bagi setiap manusia, rasa malu juga dapat digunakan sebagai salah satu pembeda antara manusia dengan hewan. Allah SWT. telah memberikan pada kita otak untuk digunakan berpikir, berpikir tentang apa yang terjadi di sekitar kita. Melalui proses berpikir itulah kita akan mampu memiliki rasa malu dan dapat melembutkan hati kita. Rasa malu dapat mencegah kita dari perbuatan maksiat, terlebih apabila dalam tiap hembus nafas yang kita rasakan kita memiliki rasa malu terhadap Allah SWT. Kondisi zaman yang semakin tidak jelas telah mengikis rasa malu yang ada dalam diri manusia, sehingga semakin banyak kemaksiatan yang dilakukan secara terang-terangan. Rasa malu yang terkikis dari dalam hatinya, maka akan menyebabkan hati itu akan menjadi keras dan semakin keras. Apabila hati kita semakin keras maka kita akan semakin jauh dari Allah SWT.

Saat ini semakin banyak orang malu berbuat kebaikan namun justru malah bangga dengan perbuatan maksiat, mereka tidak segan-segan menceritakan perbuatan buruknya kepada rekannya. Orang biasanya menutupi aib atau kesalahan yang dilakukannya, namun sekarang justru aib disebarkan dengan seenaknya. Generasi tua maupun muda semakin banyak yang kehilangan rasa malu, mereka mengabaikan apakah perbuatan mereka itu akan membawa dampak positif atau negatif. Perasaan yang ada hanyalah kesombongan dalam hati, dan merasa diri paling benar sehingga tidak pernah mau mendengar nasehat ataupun pendapat orang lain.

Rasulullah senantiasa mengingatkan kita untuk menjaga rasa malu,betapa pentingnya rasa malu dalam ajaran islam sebagaimana diriwayatkan dalam sebuah hadits Dari Ibnu Umar Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Malu adalah sebagian dari iman.” Muttafaq Alaihi. Rasa malu merupakan bagian dari keimanan seseorang, karena dengan memiliki rasa malu kita akan senantiasa berusaha dengan keras menjauhkan diri dari perbuatan maksiat. Perbuatan  maksiat akan senantiasa membawa diri kita semakin jauh dari Allah SWT, dalam hadits Riwayat Bukhari dijelaskan: Dari Ibnu Mas’ud Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Di antara nasehat yang di dapat orang-orang dari sabda nabi-nabi terdahulu ialah: Jika engkau tidak malu, berbuatlah sekehendakmu.”

Mengapa kita selalu mudah melakukan perbuatan maksiat, terlalu sombong dengan apa yang kita miliki. Kita tidak memiliki apa-apa di dunia ini, bahkan tubuh dan otak yang selalu kita banggakan ini pun bukan milik kita. Hanya Allah SWT yang berhak untuk sombong karena Allah lah yang memiliki semua yang ada di bumi dan langit, namun Allah SWT tidak pernah sombong dengan semua itu. Kenapa kita yang manusia kecil merasa sombong dan senang berbuat maksiat, mari coba kita buka hati kecil kita dan tanamkan dalam hati bahwa apabila kita ingin melakukan maksiat ada 3 syarat: (1) bila kita sudah tidak memiliki rasa malu terhadap Allah dan semua ciptaan-Nya; (2) menggunakan tempat di dunia ini yang bukan bagian dari ciptaan Allah SWT; (3) lakukanlah tanpa diketahui dan didengar oleh Allah SWT. Sesungguhnya kita tidak akan dapat memenuhi ketiga syarat tersebut, lalu apakah pantas kita berbuat kemaksiatan di muka bumi ini? apakah pantas kita berlaku sombong? renungkan dalam hati kecil dan jawab dengan sejujurnya.

Mohon maaf bila ada kesalahan dan kurang berkenan di hati, sekian semoga bermanfaat.


2 Komentar

  1. ukhtyfillah mengatakan:

    betul bgt tugh…. sebaiknya malu dijadikan sebagai pakain iman kita agar bisa mengontrol dan mengendalikan diri atas sgla bntuk prbuatan_

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Jam

%d blogger menyukai ini: